Ratibul Hadad

Download Ratibul Haddad Lengkap PDF - iqra.id

Ratibul Hadad adalah amalan-amalan berupa wirid dan zikir yang didalamnya berisi ayat al-Qur’an dan bacaan doa. Ratibul Hadad ini disusun oleh seorang ulama asal Hadramaut bernama Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Hadad (1055-1132 H).

Membaca Ratibul Hadad sangat dianjurkan bagi umat islam. Hal ini dikarenakan akan ada banyak sekali khasiat atau pahala yang akan diperoleh jika membacanya.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini kita akan mengenal seluk-beluk Ratibul Hadad seperti sejarah menyusunnya hingga khasiatnya.

Sejarah Ratibul Hadad

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Ratibul Hadad ini disusun oleh Habib Abdullah. Dari berbagai doa dan dzikir yang beliau susun, Ratibul Hadad inilah yang paling terkenal dan mahsyur.

Beliau menyusun Ratibul Hadad berdasarkan pada inspirasi yang ditemukannya ketika malam lailatul Qodar 27 Ramadan 1017 H. Dahulunya, tujuan menyusun Ratibul Hadad adalah untuk memenuhi permintaan dari seorang muridnya bernama Amir yang merupakan keturunan keluarga Bani Sa’ad di Syibam.

Begitupun dengan Amir, beliau meminta Habib untuk menyusun ratib supaya tercipta wirid dan dzikir di kampungnya. Sehingga mereka bisa mempertahankan dan juga menyelamatkan diri dari ajaran sesat yang kala itu sedang terjadi di Hadramaut.

Mulanya, Ratibul Hadad ini hanya dibaca di kampung Syibam setelah mendapatkan izin dan ijazah dari Habib Abdullah. Secara perlahan, kemudian ratib ini sudah mulai dibaca di Masjid al Hawi milik beliau yang lokasinya berada di Kota Tarim.

Biiasanya, Ratibul Hadad sering dibaca secara berjamaah setelah menunaikan shalat isya. Sementara di bulan Ramadhan, ratib ini dibaca sebelum melakukan shalat isya untuk mengisi waktu sempit menunaikan shalat Tarawih.

Akhirnya, waktu-waktu tersebut telah ditentukan oleh Habib Abdullah sendiri untuk beberapa daerah yang mengamalkannya. Dengan takdir Allah, daerah-daerah yang mengamalkan Ratibul Hadad ini berhasil selamat dan tidak terepngaruh oleh kesesatan yang merajalela tersebut.

Setelah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Hadad berangkan melaksanakan ibadah haji, beliau kemudian membacakan Ratibul Hadad di Mekkah dan Madinah.

Ijazah Ratibul Hadad

Adapun penulis yang memperoleh ijazah Ratibul Hadad ini diberikan oleh enam mujiz atau pemberi ijazah, diantaranya:

  • Habib Ali bin Husain al Haddad Surabaya
  • Habib Ahmad bin Husain Aidid Hadramaut Yaman
  • Habib Muhammad al-Jufri Jombang
  • Habib Alwi al-Haddad Peterongan Jombang
  • Kiai Ahmad Muntaha, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Gedongsari, Nganjuk.

Khasiat Membaca Amalan Ratibul Hadad

Waktu paling baik membaca Ratibul Hadad adalah selepas isya. Jika membaca di bulan Ramadhan, maka sangat dianjurkan membacanya di waktu sebelum shalat isya.

Ada banyak sekali khasiat yang akan didapat jika membaca Ratibul Hadad. Adapun khasiat-khasiat yang akan diperoleh diantaranya:

  • Allah SWT akan menjaga negara atau tempat tinggalnya dari segala macam cobaan dan siksaan.
  • Allah akan memberikan tambahan kekayaan, keberkahan dan kebaikan di rumahnya bagi orang yang rajin membacanya.
  • Dalam kitab Wirdul Imam Al-‘Allamatud Dunya, menurut para ulama salaf berkata bahwa membaca Ratibul Hadad akan memberikan umur panjang, menyebabkan husnul khotimah, serta menjaganya dari segala bencana.
  • Orang yang membacanya akan terhindar dari sifat kemunafikan dan tindakan zalim.
  • Allah akan memberikan kemudahan dalam menyelesaikan segala persoalan baik dunia maupun akhirat. Selain itu, orang yang membacanya secara istiqomah juga akan diberi pertolongan saat menghadapi musuhnya.
  • Bila suatu rumah dibacakan Ratibul Hadad, maka 40 rumah di sekelilingnya juga akan terjaga dari segala bencana kebakaran, pencurian hingga serangan sihir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *