Wow! Jumlah UMKM di Surabaya Tembus 62 Ribu

Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, terus mencoba mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Antara lain, menempuh kurasi atau pemilihan produk dengan jaminan mutu dan penilaian pemeringkatan atau semacam akreditasi.

Jumlah UMKM di Surabaya hingga kini telah tembus setidaknya 62.000 UMKM. Jumlahnya berpotensi berkurang atau bertambah sesuai dengan situasi ekonomi. Pertanyaannya adalah apakah UMKM mampu bersaing dengan brand besar yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat, baik di pasar konvensional maupun pasar digital?

Cara UMKM Agar Tidak Kalah Bersaing dengan Brand Besar

UMKM tidak akan kalah bersaing dengan brand besar dalam persaingan bisnis di pasar digital asalkan bisa melakukan atau menerapkan beberapa hal berikut ini.

1. Memiliki Konsep Online Shop yang Baik

Hal ini memang terkesan cukup klise, bukankah yang namanya memiliki sebuah usaha memang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya? Faktanya, ada banyak sekali UMKM yang memasarkan produknya di online shop yang belum atau tidak terkonsep dengan baik.

Mulai dari tampilan atau display produk yang tidak menarik, stok barang yang tidak selalu up to date, sampai dengan minimnya interaksi dengan konsumen. Hal-hal seperti ini sangat perlu untuk ditingkatkan karena berpengaruh besar dalam persaingan bisnis di pasar digital.

2. Gunakan Berbagai Platform Digital

Mayoritas jenis konsumen yang ada saat ini adalah mereka yang merasa lebih nyaman bila berbelanja atau membeli sesuatu dalam lingkup yang lebih privat, tanpa dilihat banyak orang.

Para pegiat UMKM semestinya mampu memanfaatkan hal ini sebagai cara untuk mampu menghadapi persaingan bisnis. Kamu bisa melakukan pemasaran dan penjualan produkmu melalui berbagai platform digital seperti blog, website, berbagai media sosial, juga berbagai marketplace yang ada di internet untuk memaksimalkan hasilnya.

3. Branding

Branding atau membangun merek merupakan sebuah konsep keseluruhan dari bagaimana kamu bisa memberikan pengalaman baik konsumen dengan produk yang kamu tawarkan.

Mulai dari desain logo, website, pengalaman interaksi di media sosial, sampai caramu atau karyawan menjawab pertanyaan dan berkomunikasi dengan konsumen. UMKM yang sukses dengan branding-nya adalah yang mampu mengerti dan memahami keinginan dan kebutuhan konsumen.

Ingat, masyarakat sebagai pihak konsumen memiliki kecenderungan untuk bertransaksi dengan perusahaan atau brand yang sudah mereka kenal Bila citra merek yang kamu bangun konsisten dan mudah dikenali, maka itu akan membuat orang lebih mudah untuk memutuskan membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan.

4. Konten yang Menarik

Pada pasar digital, fokus utamanya adalah visual alias tampilan. Konten yang menarik tentunya akan lebih bisa menarik minat dan perhatian konsumen daripada konten yang terkesan biasa saja.

Banyak brand besar yang membuat konten menarik karena memang sumber daya dan modalnya memadai untuk hal itu. Lantas, apakah UMKM yang lebih dianggap sebagai usaha dengan modal terbatas akan langsung kalah dalam hal ini?

Jawabannya adalah tidak. Banyak ide konten menarik yang bisa kamu buat asalkan mau untuk selalu memaksimalkan kreativitas dan imajinasi yang kamu miliki. Buatlah konten berupa artikel, video atau gambar yang sesuai dengan usaha dan bisnis yang kamu jalankan. Misalnya, kamu menjual produk-produk kecantikan, maka kamu bisa membuat video tentang tutorial make up atau tips menggunakan produk kecantikan sehari-hari.

5. Memaksimalkan Promo dan Pemasaran

Sebenarnya, dengan bergerak memasarkan produk melalui pasar digital, artinya UMKM sudah bisa menghemat biaya operasional yang dibutuhkan untuk pemasaran produk. Oleh karena itu, hal ini perlu dimaksimalkan dengan sebaik mungkin.

Kamu bisa mengatur promo sesuai dengan momen-momen tertentu seperti tahun baru, natal, atau lebaran. Bisa juga mengadakan promo khusus pelanggan setia, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya brand besar yang bisa memberikan kepuasan berbelanja kepada konsumennya dengan promo yang menarik. UMKM pun bisa melakukannya asalkan dihitung dan diterapkan dengan benar. Jangan sampai promo yang kamu terapkan nantinya malah merugikan.

6. Tingkatkan Modal Produksi Bersama Amartha

Tumbuh sebagai platform P2PL, Amartha menjembatani kebutuhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan modal dengan kebutuhan investor akan return. Dengan layanan online, tujuan yang ingin dicapai adalah memperluas menjangkau investor dan mitra peminjam.

Amartha memiliki produk pembiayaan mikro bagi penerima pinjaman berkelompok (group lending) dengan masa pinjaman atau jangka pelunasan 3, 6 dan 12 bulan dengan plafon mulai dari Rp 3.000.000.

Apakah melakukan pinjaman di Amartha aman? Tingkat keamanan investasi Amartha sangat terjaga. Selain pembiayaan dijamin oleh perusahaan penjamin kredit, Amartha juga menerapkan sistem pengendalian berbasis teknologi untuk meminimalkan risiko.